Taujihat YAPIQ 2025

Sabtu, 11 Oktober 2025, Bertempat di Majesty Palace Grand Ballroom Griptha Kudus, dilaksanakan pengarahan dan juga pelantikan Kepala madrasah beserta wakil kepala madrasah untuk masa bakti 2025-2029. Acara dimulai pada pukul 09.00 dengan tawassul yang dipimpin oleh beliau KH. Fathur Rahman selaku mudhirul ‘am madrasah Qudsiyyah dan diteruskan dengan pembacaaan sholawat Asnawiyyah dan mars Qudsiyyah dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan SK Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah (YAPIQ) Menara Kudus oleh beliau, KH. Yusrul Hana selaku sekretaris YAPIQ, tentang pengangkatan kepala dan wakil kepala untuk masa hidmah 2025-2029. dilanjutkan dengan sumpah jabatan yang dipimpin oleh ketua YAPIQ beliau Prof. Dr. H. Ihsan, M.Ag. Setelah pengambilan sumpah jabatan, Prof Ihsan memberikan arahan kepada para pemangku jabatan baru dengan jargon khas yakni al muhafadhoh ala al qodim as sholih, wa alakhdzu bi aljadid al ashlah, “mempertahankan tradisi lama yang baik dan mengkolaborasikan dengan inovasi-inovasi baru yang relevan dengan visi dan misi madrasah”

setelah acara pelantikan disampaikan mauidhoh hasanah oleh beliau KH. Noor Halim Ma’ruf sebagai Nadhir madrasah Qudsiyyah Kudus, dalam mauidhoh tersebut beliau mengisahkan kembali perjuangan para masyayikh madrasah Qudsiyyah pada masa-masa awal pendirian yang penuh keprihatinan, bagaimana dedikasi para masyayikh dalam mengawal dan mengembangkan madrasah Qudsiyyah sampai kondisi saat ini yang alhamdulillah sudah jauh lebih mapan. Beliau berpesan kepada para guru dan tenaga kependidikan dilingkungan madrasah Qudsiyyah untuk terus menjaga ruh hidmah kepada madrasah untuk menjaga warisan dari para masyayikh madrasah Qudsiyyah.

Sebagai acara penutup, dipimpin oleh Prof Ihsan, diadakan pemaparan rencana dan harapan madrasah Qudsiyyah ke depan, dengan berbagai dinamikan dan tantangan pada masa yang akan datang, dan juga harapan dari YAPIQ kepada seluruh komponen madarasah untuk setia mendukung madrasah ini menuju madrasah yang lebih baik dengan tetap mempertahankan nilai-nilai salaf yang menjadi karakter madrasah ini.

Bagikan :