Semarak Kegiatan Kokurikuler MTs Qudsiyyah Putri: Belajar Budaya, Mengasah Kemandirian, dan Melatih Berwirausaha

MTs Qudsiyyah Putri Kudus sukses menggelar rangkaian kegiatan kokurikuler yang sarat edukasi dan kreativitas pada Sabtu dan Minggu (10-11/10/2026). Santri putri kelas 7 mengawali kegiatan dengan penuh antusias melakukan kunjungan edukatif ke Museum Jenang Kudus menggunakan angkutan kota. Di museum yang berlokasi di Jalan Sunan Muria ini, para santriwati belajar tentang sejarah, proses produksi, serta perkembangan industri jenang dari masa ke masa. Selain itu, mereka juga mengagumi koleksi galeri Al-Qur’an, miniatur arsitektur lokal, dan mendalami filosofi ajaran Sunan Kudus yaitu Gusjigang.

Sementara itu, perwakilan santri putri kelas 8 dan 9 mengawali agendanya dengan berbelanja kebutuhan bahan memasak secara langsung di Pasar Bitingan pada Sabtu (10/10/2026). Keesokan harinya, Minggu (11/10/2026), santri putri kelas 8 menunjukkan kemandirian dan keterampilan kuliner mereka dengan menanak nasi secara tradisional tanpa bantuan rice cooker. Dalam kelompok-kelompok kecil di kelas masing-masing, mereka berkreasi membuat bumbu serta menyajikan nasi goreng dan minuman yang dihias cantik untuk dinilai oleh tim juri. Berbagai kreasi pelengkap seperti sosis, bakso, hingga telur dadar turut memanjakan cita rasa hidangan mereka.

Di tempat terpisah, suasana lapangan tengah halaman madrasah tampak riuh dan meriah oleh gelaran Market Day yang diselenggarakan oleh santri putri kelas 9. Setiap kelompok berkreasi mengolah dan menjual bermacam hidangan populer hasil masakan sendiri, mulai dari wonton chili oil, seblak, siomay, hingga aneka minuman segar seperti mojito dan es lumut. Cita rasa masakan para santriwati pun mendapat pujian langsung dari para pengajar, salah satunya saat mencicipi sajian seblak. “Mereka pinter buat bumbunya,” puji salah satu guru yang terkesan dengan keahlian memasak para santri putri.

Seluruh keluarga besar MTs Qudsiyyah Putri, baik para santriwati maupun guru, sangat antusias memborong aneka sajian yang dijajakan hingga stan-stan penjualan ramai diserbu pembeli. Keterampilan mengolah masakan dan melayani pembeli menjadi pengalaman berharga bagi para santri putri dalam mengasah jiwa kewirausahaan. Rangkaian kegiatan kokurikuler ini tidak hanya memberikan penyegaran di luar rutinitas belajar formal, tetapi juga menanamkan nilai kemandirian, kerja sama, dan kecintaan pada budaya lokal. Melalui pengalaman langsung ini, diharapkan para santri putri semakin kaya akan wawasan kebudayaan sekaligus berbekal keterampilan hidup yang bermanfaat di masa depan.

Bagikan :