1. Latar Belakang

Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendalam akan kemampuan membaca dan memahami teks-teks keagamaan klasik (kitab kuning) yang sering kali disajikan tanpa harakat (gundul). Dengan memadukan metode modern Amtsilati untuk penguasaan kaidah nahwu-shorof yang cepat, metode klasikal untuk pemahaman konsep dasar secara massal, dan metode sorogan untuk bimbingan individual yang intensif, diharapkan santri dapat mencapai kompetensi yang solid dalam waktu tiga tahun.

  1. Tujuan Program

Menguasai dasar-dasar ilmu alat (Nahwu dan Shorof) dengan metode Amtsilati dalam waktu singkat. Mampu mengaplikasikan kaidah nahwu-shorof dalam membaca teks Arab gundul. Mampu memahami konteks dan makna yang terkandung dalam kitab kuning tingkat dasar hingga menengah. Mencapai kemahiran (akselerasi) dalam membaca kitab kuning secara baik, benar, dan fasih pada akhir jenjang.

  1. Struktur Kurikulum dan Metode

Program ini dibagi menjadi tiga tahapan tahunan yang saling berkesinambungan:

Tahun I: Penguatan Fondasi Ilmu Alat (Fokus: Amtsilati & Klasikal “Jurumiyyah”)

  • Fokus Materi:Penguasaan kaidah Nahwu dan Shorof secara intensif menggunakan paket buku Amtsilati.
  • Metode:
    • Klasikal:Penyampaian materi dasar, teori, dan latihan soal secara umum di kelas.
    • Amtsilati: Latihan drill dan praktik langsung penerapan rumus secara cepat dan terstruktur.
  • Target:Santri hafal dan paham kaidah dasar nahwu-shorof, serta mampu mengidentifikasi struktur kalimat dasar bahasa Arab.
  • Evaluasi: Ujian tulis dan lisan kaidah nahwu-shorof.
 

Tahun II: Aplikasi Kaidah dan Pembiasaan Membaca (Fokus: Klasikal & Sorogan)

  • Fokus Materi: Aplikasi kaidah ke dalam kitab kuning dasar (misalnya: Safinatun Najah, Matan Taqrib)
  • Metode:
    • Klasikal: Kajian teks kitab secara bersama-sama (bandongan), di mana ustadz/kyai membaca dan menerangkan, santri menyimak dan mencatat makna (ngesahi).
    • Sorogan: Santri secara bergiliran membaca dan memaknai sebagian teks kitab di hadapan ustadz/kyai secara langsung (face-to-face). Metode ini memastikan bimbingan individual dan evaluasi langsung terhadap kesalahan santri.
  • Target: Santri terbiasa membaca teks Arab gundul dengan panduan, mampu memberikan harakat (syakal) yang benar, dan memahami terjemah global.

Tahun III: Pendalaman dan Kemandirian (Fokus: Sorogan Intensif)

  • Fokus Materi: Membaca kitab kuning tingkat menengah (misalnya: Fathul Qorib)
  • Metode:
    • Sorogan Intensif: Metode ini menjadi tulang punggung di tahun terakhir. Santri dituntut lebih mandiri dalam mempersiapkan bacaan (muthala’ah) sebelum disetorkan kepada ustadz/kyai. Ustadz hanya memberikan koreksi dan pendalaman makna yang esensial.
    • Diskusi/Halaqah: Sesi diskusi untuk membahas permasalahan rumit yang muncul dari teks yang dibaca.
  • Hafalan : Selain metode membaca kitab kuning, santri juga sebagai program tambahan diwajibkan untuk menghafalkan nadhom al Fiyyah Ibnu Malik sesuai dengan target pada kelas masing-masing:

Program reguler

Tahun ke

Target Hafalan

Akumulasi

1

200 bait

200 bait

2

200 bait

400 bait

3

100 bait

500 bait

Program Tahassus

Tahun ke

Target Hafalan

Akumulasi

1

350 bait

350 bait

2

350 bait

700 bait

3

302 bait

1002 bait

 

  • Target Akhir: Santri mampu menghafal al fiyyah Ibnu Malik secara penuh dan bisa membaca kitab kuning dengan baik dan benar secara mandiri, memahami maksud pengarang kitab, serta mampu menjelaskan kembali isi kandungan kitab tersebut
  1. Hasil yang Diharapkan

Lulusan program ini diharapkan memiliki kompetensi unggul dalam literasi kitab kuning, siap untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau mengabdi di masyarakat dengan kemampuan membaca dan memahami literatur keagamaan klasik yang mumpuni.